Hi Readers, pernah ga sih ngerasa kok anak susah belajar? Rasanya kesel dan geregetan sendiri. Niatnya ingin memberikan anak kita yang terbaik tapi nyatanya anak tidak bisa diajak kompromi dan ujungnya jadi chaos karena anak menangis tantrum, sedangkan kita sebagai orang tua jadi emosi. Aku sebagai ibu dua anak yang jarak umurnya berdekatan sangat kewalahan dengan kondisi tersebut, apalagi saat ini anak pertamaku berusia 4 tahun dimana tingkat rebelitasnya sangat tinggi. Inginnya dimengerti, didengarkan pokonya harus sesuai dengan yang dia mau 🙁
Aku paham kalau setiap anak memiliki ritme perkembangan yang berbeda. Ada yang cepat memahami huruf, ada yang lebih lama. Pada usia 3–7 tahun, fokus utama anak sebenarnya adalah:
- Bermain
- Bereksplorasi
- Mengembangkan motorik dan emosi
Jika dipaksa belajar terlalu cepat, anak bisa merasa:
- Tertekan
- Takut salah
- Kehilangan minat belajar
Akibatnya, anak terlihat seperti “malas belajar”.
Padahal setiap hari sudah diajak membaca, menulis, atau mengerjakan tugas. Anak tetap terlihat tidak fokus, cepat bosan, bahkan menolak belajar. Ada saja segala drama yang perlu dihadapi untuk membuat anak mau belajar, contoh:
- Mau belajar hari ini, besok tidak
- Susah duduk lama
- Alasan atau ngeles pengen ini itu dulu
- Baru 5 menit sudah gelisah
- Harus dibujuk / diancam / disuap
Sebenarnya, kondisi ini sangat normal, terutama pada anak usia dini. Anak bukan tidak mau belajar, mereka hanya belum siap atau belum menemukan cara belajar yang tepat. Kondisi anak susah belajar ini dialami banyak keluarga, bukan karena anak nakal atau orang tua gagal, tapi ini hal umum dan wajar kok terjadi. Jadi jangan pernah kita menyerah untuk memberikan yang terbaik untuk anak dan jangan pernah merasa kecil. Kita sebagai orang tua pun sedang belajar bukan untuk menjadi orang tua yang baik anak kita? Yuk pahami penyebabnya supaya orang tua bisa membantu dengan cara yang lebih tepat.
5 Penyebab Anak Tidak Konsisten Belajar
1. Durasi Belajar Terlalu Lama
Anak kecil memiliki rentang fokus yang masih sangat pendek.
- Rentang fokus anak usia dini hanya ±10–20 menit
- Anak bukan tidak mau belajar → otaknya lelah
- Lingkungan ramai membuat anak sulit konsentrasi
Contoh: Anak baru mulai belajar, tapi setelah beberapa menit mulai ke kamar mandi, minum, atau bermain pensil.
Solusi umum:
- Belajar singkat tapi rutin
- Bagi materi jadi kecil
Notes! Wajar kok untuk anak usia dini kalau anak tidak konsisten belajar atau anak mudah bosan belajar. It’s okay, kita bisa coba lagi 🙂
2. Metode Terlalu Membosankan
Tidak semua anak cocok dengan cara belajar duduk diam dan mengerjakan buku.
Ada beberapa tipe belajar anak:
- Visual → suka gambar & warna
- Auditori → suka mendengar cerita
- Kinestetik → belajar lewat gerakan & bermain
Jika metode belajar tidak sesuai, anak akan:
- Cepat bosan
- Tidak fokus
- Menolak belajar
Hal yang sering terjadi:
- Lembar kerja monoton
- Repetisi tanpa stimulasi
- Anak butuh stimulasi multisensori
Contoh: Anak hanya menjawab asal-asalan agar cepat selesai.
Notes! Terus baca artikel ini ya, karena kalian akan diberikan cara membuat anak rutin belajar. Insya Allah kita dapat membentuk kebiasaan belajar anak usia dini dengan menyenangkan. Terus temani anak kita untuk berproses!
3. Tidak Sesuai Usia Perkembangan
Terlalu sulit → frustrasi ; Terlalu mudah → bosan
4. Tidak Ada Rutinitas Tetap
- Jadwal berubah-ubah
- Belajar hanya saat orang tua ingat
- Otak anak tidak membentuk habit
5. Kurang Variasi Visual & Audio
- Anak usia dini belajar dominan visual & auditori
- Otak lebih mudah fokus pada warna, gerakan, suara
Cara Mengatasi Anak Susah Belajar
Berikut tips sederhana yang bisa dicoba di rumah:
✅ Jadikan Belajar Seperti Bermain
Gunakan:
- Permainan edukasi
- Lagu
- Cerita bergambar
Masalahnya sering bukan pada anak, tapi pada cara belajar yang belum sesuai dengan cara kerja otak anak usia dini. Sesuai pengalamanku, Wink Smart Learning bisa membantu mengatasi permasalahan dalam belajar tersebut. Wink Smart Learning adalah program edukasi interaktif berbasis teknologi dari Korea Selatan untuk anak usia dini (3-7 tahun), yang menggunakan perangkat khusus bernama Winkbot. Program ini menawarkan pembelajaran mandiri yang aman, tanpa iklan, dan tanpa koneksi internet (offline), fokus pada peningkatan fokus, disiplin, dan kemampuan bahasa Inggris serta dasar akademik lainnya. Apalagi selama satu tahun pemakaian aku sangat puas menggunakan Wink Smart Learning, manfaatnya sangat terasa! Meski perlu dicatat ya, perkembangan dan daya tangkap setiap anak berbeda tapi aku merekomendasikan Wink Smart Learning untuk membantu anak belajar dengan riang dan senang. Ada beberapa poin penting yang menjadi alasan kenapa harus Wink Smart Learning:
1. Materi singkat & bertahap
2. Animasi & interaktif
3. Kurikulum sesuai tahap perkembangan anak (menunjukkan perbedaan level sesuai umur dan tahapan)
4. Membentuk kebiasaan harian
5. Visual + suara + interaksi – tidak membosankan
![]()
Untuk aku yang memiliki anak 2, dimana umurnya 4 tahun dan 2 tahun. Aku merasa Wink Smart Learning juga membantu untuk memberikan screen time yang bermanfaat, karena umur anak aku hanya gap 2 tahun jadi bisa digunakan berbarengan jadi yang belajar tidak hanya kakak Qiana tapi adek Deva pun belajar. Terpantau adek juga excited ikutan tiap kakaknya belajar.
✅ Belajar Dalam Waktu Singkat
Cukup:
- 10–15 menit per sesi
- Dilakukan beberapa kali sehari
✅ Beri Pujian, Bukan Tekanan
Fokus pada usaha anak, bukan hasil.
Contoh:
- “Ibu bangga kamu sudah mencoba.”
- “Good Job!.”
✅ Ciptakan Lingkungan Belajar Nyaman
- Minim gangguan
- Tenang
- Tidak terlalu banyak mainan
✅ Ikuti Minat Anak
Jika anak suka mobil:
- Gunakan mobil mainan untuk belajar berhitung
Kesimpulan
Anak susah belajar bukan berarti malas atau tidak pintar. Biasanya hal ini terjadi karena:
- Belum siap secara perkembangan
- Cara belajar tidak sesuai
- Mudah terdistraksi
- Tertekan atau dipaksa
- Kurang motivasi
Dengan pendekatan yang tepat dan penuh kesabaran, anak akan menemukan kesenangan dalam belajar secara alami. Dan nyatanya banyak orang tua justru baru melihat perubahan setelah belajar menjadi rutinitas kecil yang menyenangkan setiap hari.
Aku sendiri memilih menggunakan Wink Smart Learning sebagai media pendamping belajar anak dan merasa cocok karena sejalan dengan visi dan misi pengajaran ku. Untuk kalian yang tertarik uji coba Wink Smart learning bisa langsung klik link ini ya .. Setelah itu, tim akan menghubungi kalian untuk mengonfirmasi jadwal dan memastikan area kalian memungkinkan untuk home-visit. Tidak ada biaya apapun selama proses home visit trial lesson, dan orang tua bebas menentukan keputusan setelah sesi selesai.

Saat ini layanan kunjungan tersedia untuk wilayah Jabodetabek. Untuk lokasi di luar area tersebut, silakan kirimkan alamat Anda ke pihak Wink dan akan dibantu cek ketersediaan kunjungan.
Harga dapat berbeda di setiap promo, dan untuk informasi harga yang akurat, silakan hubungi Customer Service Wink.
Berikut Printable Wink Smart Learning yang bisa digunakan untuk menjadi salah satu pendamping anak untuk belajar dengan riang dan senang
MENULIS : https://drive.google.com/file/u/5/d/1GoWt34cOmkL2MP0dLVQliOxqAgo-H834/view
DIY : https://drive.google.com/drive/folders/1q8KipmONFOv1LdlucZTGSq00do2x6jRJ?usp=drive_link
MEWARNAI : https://drive.google.com/drive/folders/1Z1CxUzX2MKGktAvx9ZJ4GUiW899N6E9q?usp=drive_link
Nah itu saja informasi dari aku untuk mengatasi anak susah belajar, semoga apa yang ku tulis berguna untuk kalian dan Have a good day!
