Hi Readers, Belajar di rumah sering kali terdengar sederhana, namun pada praktiknya bisa berubah menjadi drama anak menangis, orang tua emosi, dan tujuan belajar justru tidak tercapai. Apalagi, saat ini Qiana berusia 4 tahun dan sedang berada di fase emas perkembangan, di mana belajar seharusnya terasa menyenangkan, bukan menekan. Lalu, bagaimana cara belajar di rumah tanpa drama untuk anak 3-7 tahun? Simak panduan lengkap berikut ini.
Mengapa Anak 3-7 Tahun Sering Menolak Belajar?
Setiap usia memiliki kebutuhan yang berbeda, namun ada beberapa alasan umum mengapa anak sulit diajak belajar:
- Rentang fokus masih pendek
- Anak lebih suka belajar melalui bermain
- Terlalu banyak tuntutan akademik
- Metode belajar tidak sesuai usia
- Anak merasa terpaksa, bukan diajak
Penting dipahami bahwa menolak belajar bukan berarti anak malas, melainkan metode yang kurang tepat. Seringkali disaat kita meminta anak untuk belajar selalu berujung menjadi emosi dan ujungnya merasa menyesal dan bersalah. Jujur, hal tersebut sering kali aku alami bersama Qiana dan saat ini pun masih berjuang untuk menciptakan rasa menyenangkan dalam proses belajar.
Kesalahan Umum Orang Tua Saat Belajar di Rumah
Usia 3–7 tahun adalah masa emas perkembangan anak. Di fase ini, anak belajar paling efektif melalui bermain, eksplorasi, dan interaksi langsung. Sayangnya, banyak orang tua tanpa sadar melakukan kesalahan saat mendampingi anak belajar di rumah.
Berikut kesalahan umum orang tua saat belajar di rumah dengan anak usia 3–7 tahun beserta cara menghindarinya.
1. Menuntut Anak Terlalu Cepat Bisa Membaca dan Menulis
Orang tua berharap anak sudah lancar membaca dan menulis sejak usia dini. Padahal seharusnya orang tua lebih fokus pada pengenalan huruf, bunyi, dan kosakata melalui lagu, cerita, dan permainan. Di usia ini, proses lebih penting dari hasil.
2. Terlalu Lama Mengajak Anak Belajar
Seringkali orang tua tidak mengeset waktu dalam proses belajar. Padahal belajar cukup dilakukan 10–15 menit per sesi, lalu lanjutkan dengan bermain bebas karena rentang fokus anak usia 3–7 tahun masih sangat terbatas.
3. Mengabaikan Kebutuhan Bermain
Belajar dianggap harus selalu duduk dan mengerjakan tugas. Padahal belajar bisa dilakukan sembari bermain peran, menyusun balok, menggambar dan menyanyi. Bermain adalah cara belajar utama anak usia dini.
4. Mudah Emosi Saat Anak Tidak Fokus
Meninggikan suara saat anak berpindah perhatian. Hal ini jujur hal tersering yang aku alami karena rasanya sangat geregetan dan terlalu menguras emosi dan tenaga. Padahal seharusnya kita sebagai orang tua bersikap tetap tenang dan mengalihkan metode belajar ke hal yang menyenangkan. Apalagi anak usia 3–7 tahun masih belajar mengatur emosi.
5. Kurang Memberi Apresiasi
Seringkali orang tua hanya fokus pada kesalahan anak. Padahal seharusnya kita sebagai orang tua bisa saja memberikan pujian sederhana seperti : “Terima kasih sudah mencoba”, “Kamu keren”, “Kamu pasti bisa”, “Ayo gapapa kok salah juga” dan lain-lain.
6. Terlalu Fokus pada Nilai dan Hasil
Seringkali orang tua hanya melihat nilai tanpa memperhatikan usaha anak. Padahal seharusnya kita sebagai orang tua bisa memberikan apresiasi proses belajar anak, bukan hanya hasil akhir.
7. Membandingkan Anak dengan Teman atau Saudara
Seringkali Orang tua selalu membandingkan kecepatan belajar anak dengan orang lain. Padahal setiap anak memiliki ritme belajar yang berbeda. Seharusnya kita sebagai orang tua fokus pada progres pribadi anak.
Dari ketujuh poin diatas, mana yang paling sering kita lakukan sebagai orang tua?
Seharusnya proses belajar di rumah untuk anak usia 3–7 tahun dapat terasa aman, menyenangkan, dan tanpa tekanan. Saat anak bahagia, proses belajar akan berjalan alami. Anak yang merasa didukung akan lebih percaya diri dan mandiri dalam belajar. Satu hal yang pasti, setiap anak memiliki ritme belajar yang berbeda. Pada usia 3–7 tahun, perbedaan ini sering kali membuat orang tua khawatir apalagi saat anak terlihat “lebih lambat” dibandingkan teman sebayanya. Padahal, memahami ritme belajar anak justru menjadi kunci agar proses belajar berjalan alami, efektif, dan tanpa drama.
Apa Itu Ritme Belajar Anak?
Ritme belajar anak adalah pola alami anak dalam:
- Menerima informasi
- Memproses pembelajaran
- Menunjukkan pemahaman
Ritme ini dipengaruhi oleh usia, kesiapan emosi, lingkungan, dan cara belajar yang digunakan. Ritme belajar bukan tentang cepat atau lambat, melainkan tentang siap atau belum siap. Kita sebagai orang tua perlu tau dan sadar bahwasanya:
- Anak punya waktu fokus yang berbeda
- Tidak setiap waktu harus produktif
- Belajar bisa terjadi di momen-momen kecil
Nah bagaimana caranya agar belajar terasa efektif dan menyenangkan? Akhirnya aku memutuskan untuk mencari cara belajar yang lebih fleksibel. Mengingat anak usia 3-7 tahun belum bisa dituntut mandiri dan semuanya masih terasa baru untuk kita sebagai orang tua dan mereka sebagai anak. Untuk anak usia 3-7 tahun, bermain adalah proses belajar. Dalam proses bermain itu bisa kita selipkan pembelajaran secara tidak langsung atau menggunakan media belajar yang bisa mengikuti mood anak. Selain itu kita juga perlu memperhatikan waktu dan durasi, dimana fleksibilitas dibutuhkan untuk anak usia 3-7 tahun.
Semenjak Qiana beranjak umur 1 bulan, aku mulai mengumpulkan beberapa media untuk proses belajar dalam menemani tumbuh kembang Qiana. Seiring berjalannya waktu, banyak hal yang aku coba mulai dari mainan, buku, aktivitas play date, aktivitas olahraga mulai dari berenang hingga pushbike. Banyak sekali perubahan yang dialami Qiana dalam proses belajar, meski sedikit tapi setidaknya Qiana berkembang. Akupun semakin terbantu setelah mengenal Wink Smart Learning, tablet edukasi yang mencakup 4 pelajaran seperti bahasa indonesia, bahasa inggris, matematik dan fonik. Awalnya aku menggunakan IPAD untuk proses belajar Qiana tapi rasanya tidak terlalu efektif karena hanya bisa coret-mencoret atau membaca saja sedangkan dengan Wink Smart Learning, pelajarannya di kemas dengan berbagai metode menyenangkan. Wink Smart Learning membatu anak untuk belajar di rumah tanpa drama 🙂
![]()
Hal yang aku sukai dari Wink Smart Learning:
- Aman dari iklan dan konten negatif
- Anak bisa belajar mandiri
- Orang tua tidak perlu khawatir dalam mendampingi belajar
- Bisa dipakai singkat (15-20 menit) per hari
- Terdapat history/jejak proses pembelajaran
- Pelajaran dikemas menarik dan terdapat overview pelajaran yang dipelajar baik yang telah dipelajari ataupun akan dipelajari

Belajar dengan Wink Smart Learning
Untuk waktu pembelajaran wink smart learning, aku biasanya menyesuaikan dengan availability dan mood Qiana. Kalaupun Qiana sedang tidak mau belajar, maka aku tidak memaksa. Qiana pun bebas memilih bagian pelajaran mana yang mau dikerjakan terlebih dahulu, jadi Qiana bisa lebih enjoy belajarnya. Yang penting Qiana mau belajar dengan Wink Smart Learning terlebih dahulu meskipun sebentar dan tidak langsung selesai semua mata pelajarannya, itu tidak mengapa 🙂
Untuk orang tua yang sedang mencari media belajar yang tepat dalam menemani proses tumbuh kembang anak, aku menyarankan untuk menggunakan Wink Smart Learning. Memang ini termasuk screen time tapi setidaknya screen time nya menjadi lebih bermanfaat dan terdapat pelajaran yang bisa diambil apalagi metode pembelajarannya dikemas secara inovatif mulai dari game, cerita, interaksi, dan lainnya.
Wink Smart Learning dapat membantu anak belajar di rumah tanpa drama, untuk yang tertarik mencoba kalian bisa mendaftarkan diri untuk home visit trial session dan tenang saja ini gratis! Home visit trial dapat dilakukan di area JABODETABEK.
Apa Itu Home Visit Trial Lesson Wink Smart Learning?
Home visit trial lesson adalah sesi uji coba gratis di mana konsultan Wink Smart Learning mengunjungi rumah kalian untuk memberikan trial-lesson secara langsung. Anak akan mencoba perangkat dan metode belajar Wink ditemani oleh konsultan Wink yang akan membantu, juga melakukan observasi terhadap kemampuan, minat, dan gaya belajar anak.
Model ini menggantikan sistem lama yang hanya mengirimkan perangkat belajar ke rumah tanpa interaksi langsung dari konsultan. Kini, orang tua dapat melihat bagaimana anak berinteraksi dengan metode belajar Wink sambil mendapat panduan langsung dari tim Wink.
Cara Mendaftar Uji Coba Gratis Wink (Model Home Visit)

Pendaftaran bisa dilakukan dengan mudah melalui Link Berikut. Setelah itu, tim akan menghubungi kalian untuk mengonfirmasi jadwal dan memastikan area kalian memungkinkan untuk home-visit.
Tidak ada biaya apapun selama proses home visit trial lesson, dan orang tua bebas menentukan keputusan setelah sesi selesai.
Belajar di rumah tanpa drama untuk anak 3-7 tahun sangat mungkin dilakukan jika orang tua memahami kebutuhan anak dan menyesuaikan metode belajar. Metode belajar tepat seperti Wink Smart Learning membuat belajar lebih menyenangkan. Belajar tidak harus sempurna, setidaknya anak kita sudah mencoba. Dengan pendekatan yang lembut, penuh kesabaran, dan sesuai usia, proses belajar bisa menjadi momen bonding yang berharga antara Ibu dan Anak. Anak bahagia, orang tua tenang, dan proses belajar pun berjalan alami.
Berikut Printable wink yang bisa digunakan untuk menjadi salah satu pendamping anak untuk belajar dengan riang dan senang
MENULIS : https://drive.google.com/file/u/5/d/1GoWt34cOmkL2MP0dLVQliOxqAgo-H834/view
DIY : https://drive.google.com/drive/folders/1q8KipmONFOv1LdlucZTGSq00do2x6jRJ?usp=drive_link
MEWARNAI : https://drive.google.com/drive/folders/1Z1CxUzX2MKGktAvx9ZJ4GUiW899N6E9q?usp=drive_link
